Kondensasi dan Evaporasi

Kondensasi dan evaporasi. Dalam suatu wadah, molekul-molekul cairan selalu dalam keadaan bergerak secara acak. Beberapa molekul mungkin memiliki energi kinetik cukup untuk lepas dari permukaan cairan. Proses ini dikenal sebagai penguapan (evaporasi). Penguapan terjadi pada semua suhu. Tingkat kenaikan penguapan dengan kenaikan suhu dan menjadi maksimum pada titik didih cairan. Proses penguapan juga meningkat seiring dengan peningkatan luas permukaan cairan.

Evaporasi (penguapan)

Penguapan membutuhkan energi. Sebuah cairan menarik energi panas dari sekitarnya

Contoh 1: Air ditempatkan dalam pot berpori menjadi sangat dingin setelah beberapa waktu. Hal ini karena molekul air menarik energi dari air itu sendiri untuk penguapan dan karenanya, suhu air di dalam panci menurun.

Contoh 2: Jika kita semprot tangan dengan cairan akan terasa dingin karena caitan itu menguap dengan cepat menggunakan energi panas dari kulit.

Contoh 3: Selama musim kemarau proses keringat membuat tubuh dingin. Ketika kita berkeringat, keringat menguap menggunakan panas dari tubuh kita sehingga menjaga kulit tetap dingin.

Contoh 4: Siklus air di alam dimulai dengan penguapan air dari danau, kolam, sungai, laut, dll. Air menguap karena panas matahari. Uap air naik berkumpul membentuk awan. Awan mengembun untuk membentuk tetesan air hujan, yang jatuh di bumi. Dan siklus air terjadi terus menerus.

Kondensasi (pengembunan)

Perubahan wujud dari bentuk gas ke bentuk cair disebut kondensasi. Hal ini juga disebut pengembunan. Sebuah contoh yang baik dari proses ini adalah bahwa uap air di atmosfer berkondensasi untuk membentuk hujan.

Dengan adanya tekanan, partikel gas saling mendekat dan mulai berkondensasi ke keadaan cair. Dengan memberikan tekanan dan mengurangi suhu, gas dapat dijadikan cairan. Sebuah contoh adalah pencairan gas ke LPG (liquefied petroleum gas).