Cara Menentukan Pelarut Rekristalisasi

Cara menentukan pelarut yang tepat untuk rekristalisasi. Rekristalisasi adalah suatu teknik pemurnian yang didasarkan pada perbedaan kelarutan dalam pelarut. Suatu senyawa yang dapat dimurnikan dengan rekristalisasi tentulah berfase padat atau berbentuk kristal. Namun yang menjadi masalah adalah sulitnya menentukan pelarut yang tepat untuk rekristalisasi. Berikut ini ada sedikit tutorial untuk menentukan pelarut yang tepat untuk rekristalisasi.

pelarut teknik rekristalisasi

Secara umum, pelarut yang baik untuk rekristalisasi adalah:

1. Mempunyai daya pelarut yang tinggi pada suhu di tinggi, dan daya pelarut semakin turun seiring dengan menurunnya suhu.

2. Dapat melarutkan pengotor dengan mudah walaupun dalam jumlah sedikit.

3. Harus dapat mengkristalkan zat yang dimurnikan.

4. Harus mampu menyingkirkan pengotor dari zat murni pada temperatur relatif rendah.

Dari persyaratan di atas, maka langkah untuk menentukan pelarut yang sesuai untuk rekristalisasi adalah:

1. Menyediakan beberapa buah tabung reaksi.

2. Mengisi masing-masing tabung dengan pelarut yang diperkirakan memenuhi syarat di atas (misal air, etanol, etil asetat, diklorometana, dll)

3. Menambahkan sampel senyawa sedikit saja (seujung spatula) ke dalam masing-masing tabung yang berisi pelarut.

4. Memanaskan tabung satu persatu dengan pemanas sampai semua padatan larut, dan mendinginkannya pada suhu kamar.

5. Jika ada endapan (senyawa mengkristal kembali), berarti cocok untuk rekristalisasi. Jika senyawa tak membentuk endapan kembali (tetap larut), maka pelarut tesebut jangan dipakai untuk rekristalisasi.

Perlu banyak mencoba untuk dapat menemukan pelarut yang tepat untuk rekristalisasi senyawa kimia. Pelarut yang tepat akan menghasilkan rendemen yang besar pula, dan kemurnian yang dihasilkan dari rekristalisasi juga akan tinggi.

Itulah cara mudah mencari pelarut rekristalisasi.