Kimia Dasar

Pengertian Kimia

Kimia adalah ilmu yang mempelajari tentang materi dan sifat-sifatnya. Kimia atau sering disebut dengan ilmu kimia merupakan salah satu cabang dari sains fisik. Materi didefinisikan sebagai segala sesuatu yang mempunyai massa dan menempati ruang. Walaupun definisi ini dapat diterima, namun tidak memberikan alasan mengapa kimia harus dipelajari. Jawaban pertanyaan tersebut adalah karena dunia dimana kita tinggal merupakan dunia kimia.

Kimia kadang-kadang disebut sebagai pusat sains, karena kimia menjembatani ilmu sains lainnya seperti fisika, geologi, dan biologi. Kimia berasal dari bahasa Arab “kimiya” (كيمياء), yang berarti perubahan benda. Sedangkan kimia dasar dikhususkan untuk mempelajari hal-hal yang fundamental atau menjadi dasar dalam kimia.

Kimia Sebagai Sains

Di bawah pengaruh metode empiris baru yang dikemukakan oleh Sir Francis Bacon dan lain-lain, para kimiawan di Oxford, Robert Boyle, Robert Hooke dan John Mayow mulai membentuk kembali tradisi alkimia lama menjadi suatu disiplin ilmu. Boyle dianggap sebagai bapak pendiri kimia. Boyle merumuskan hukum Boyle, menolak hal klasik “empat elemen” dan mengusulkan alternatif mekanistik atom dan reaksi kimia yang dapat dibuktikan dengan eksperimen. Inilah yang juga dipelajari dalam kimia dasar.

Kimiawan Perancis Antoine Lavoisier membangun disiplin ilmu baru menggunakan dasar teoritis yang tepat, dengan mengelusidasi prinsip kekekalan massa dan mengembangkan sistem baru tata nama kimia yang digunakan sampai hari ini.

Banyak penemuan penting telah dibuat sebelumnya, khususnya yang berkaitan dengan sifat udara yang dikatakan terdiri dari banyak gas yang berbeda. Kimiawan Skotlandia bernama Joseph Black (kimiawan eksperimental pertama) dan kimiawan Belanda bernama JB van Helmont menemukan karbon dioksida, atau apa yang disebut Black sebagai udara tetap pada 1754. Henry Cavendish menemukan hidrogen dan menjelaskan sifat-sifatnya. Selanjutnya Joseph Priestley dan Carl Wilhelm Scheele berhasil mengisolasi oksigen murni.

struktur molekul karbon dioksida kimia dasar
Karbon dioksida (CO2merupakan contoh senyawa kimia

Ilmuwan Inggris John Dalton mengusulkan teori atom modern, yang mengatakan bahwa semua zat terdiri dari atom dan bahwa masing-masing atom memiliki massa atomik yang berbeda.

Perkembangan teori elektrokimia terjadi pada awal abad ke-19 sebagai hasil dari karya dua ilmuwan bernama J. J. Berzelius dan Humphry Davy, yang didukung oleh penemuan sebelumnya yaiu sel volta oleh Alessandro Volta. Davy menemukan sembilan unsur baru termasuk logam alkali dengan cara ekstraksi dari oksida menggunakan arus listrik.

Kimiawan Inggris bernama William Prout pertama kali mengurutkan massa atom karena semua atom memiliki beberapa kali berat atom hidrogen. J. A. R. Newlands merancang tabel periodik, yang kemudian dikembangkan ke dalam tabel periodik unsur modern oleh Kimiawan Jerman bernama Julius Lothar Meyer dan ilmuwan Rusia yaitu Dmitri Mendeleev pada tahun 1860-an. Gas inert yang kemudian disebut gas mulia ditemukan oleh William Ramsay yang bekerja sama dengan Lord Rayleigh pada akhir abad.

Kimia dalam Kehidupan Sehari-Hari

Tubuh manusia merupakan bahan kimia kompleks yang menggunakan proses kimia untuk mengubah makanan yang dimakan dan udara yang dihirup menjadi susunan tulang, otot, darah, dan jaringan-jaringan serta energi yang digunakan untuk beraktivitas sehari-hari.

Dunia ini merupakan laboratorium kimia yang sangat besar. Hujan asam, limbah beracun, dan ledakan nuklir merupakan contoh reaksi kimia yang berakibat buruk bagi lingkungan. Tidak semua yang berhubungan dengan kimia merupakan bahaya. Makanan yang dimakan manusia dibungkus dengan teknologi kimia yang tinggi. Di dalam makanan manusia juga mengandung bahan kimia vitamin, mineral, lemak, karbohidrat, dan protein yang sangat bermanfaat.

Materi Kimia Dasar

Berikut ada beberapa materi kimia dasar yang telah ditulis. Beberapa materi kimia dasar selanjutnya akan menjadi bahasan pokok.

  1. Hukum kekekalan massa
  2. Hukum perbandingan tetap
  3. Hukum perbandingan berganda
  4. Hukum perbandingan volume
  5. Konsep stoikiometri
  6. Pereaksi pembatas
  7. Ion, anion, kation
  8. Aturan Oktet