Hukum Perbandingan Volume (Gay-Lussac)

Pengertian Hukum Perbandingan Volume

Hukum perbandingan volume, atau sering disebut hukum Gay-Lussac adalah hukum yang menyatakan bahwa perbandingan antara volume gas reaktan dan produk dapat dinyatakan dengan bilangan bulat sederhana. Hukum ini sering disebut sebagai hukum Gay-Lussac, sesuai dengan nama penemunya yang bernama lengkap Joseph Louis Gay-Lussac.
hukum perbandingan tetap gay lussac

Hukum ini juga berhubungan dengan hukum Amontons, yang menyatakan hubungan antara tekanan dan suhu gas pada masa tertentu yang disimpan pada volume konstan.

Penjelasan Hukum Gay-Lussac

Ketika suhu gas mengalami kenaikan, maka tekanannya juga akan ikut naik jika massa dan volume gas bernilai konstan. Hukum tersebut dapat dinyatakan secara matematis sebagai berikut:

atau

dimana Padalah tekanan gas; T adalah suhu gas (dalam kelvin); k adalah konstanta. Hukum tersebut masih dinilai benar karena suhu diukur dari rata-rata energi kinetik suatu zat, dimana energi kinetik akan naik saat partikel bertumbukan dengan dinding wadah secara cepat, sehingga mengakibatkan naiknya tekanan.

Contoh Hukum Gay-Lussac

Contoh hukum perbandingan volume adalah sebagai berikut. Jika 3 m3 gas hidrogen (H2) direaksikan dengan 1 m3 gas N2 maka akan membentuk 2 m3 gas NH3. Amedeo Avogadro berteori bahwa pada suhu dan tekanan yang sama, maka volume gas akan sebanding dengan jumlah molekul. Teori tersebut dikenal sebagai hukum Avogadro.

hukum perbandingan volume

Hukum Tekanan-Suhu

Hukum tekanan-suhu sering disebut sebagai hukum Amontons yang diusulkan tahun 1700-1702, menemukan hubungan antara tekanan dan suhu dari gas bermassa tertentu pada volume konstan. Amontons menemukan hal ini ketika membuat termometer udara. Bunyi hukum tekanan-suhu menyatakan bahwa tekanan gas pada massa dan volume tertentu berbanding lurus dengan suhu mutlak gas.