Reaksi Hidrogenasi

Pengertian Reaksi Hidrogenasi

Hidrogenasi adalah reaksi antara hidrogen molekuler (H2) dengan unsur atau senyawa lain yang biasanya melibatkan katalis seperti nikel, paladium atau platina. Proses ini banyak digunakan untuk mereduksi senyawa organik jenuh. Hidrogenasi merupakan adisi pasangan atom hidrogen pada suatu molekul (umumnya alkena). Katalis diperlukan untuk reaksi ini. Hidrogenasi non-katalitik berlangsung hanya pada suhu tinggi. Hidrogenasi mereduksi ikatan rangkap dua dan tiga pada hidrokarbon. Berikut contoh reaksi hidrogenasi yang sederhana:

H2C=CH2 + H2 → H3C-CH3

Karena pentingnya hidrogen, banyak reaksi yang berhubungan yang telah dikembangkan. Sebagian besar hidrogenasi adalah menggunakan gas hidrogen (H2), namun ada beberapa yang melibatkan sumber alternatif hidrogen yang disebut dengan hidrogenasi transfer. Reaksi kebalikan dari hidrogenasi adalah dehidrogenasi. Dehidrogenasi adalah pelepasan hidrogen dari molekul. Hidrogenasi berbeda dengan protonasi atau adisi hidrida. Pada reaksi hidrogenasi, muatan produk sama dengan reaktan.

Termodinamika Hidrogenasi

Hidrogenasi merupakan reaksi yang sangat eksotermik. Hidrogenasi minyak sayur dan asam lemak melepaskan kalor 25 kkal/mol (105 kJ/mol), cukup menaikkan suhu minyak sebesar 1,6-1,7°C per tetes angka iodin. Mekanisme hidrogenasi yang dikatalisasi logam alkena dan alkuna telah banyak dipelajari.

Hampir semua senyawa organik mempunyai ikatan rangkap yang menghubungkan dua atom yang dapat bereaksi dengan hidrogen dengan adanya katalis. Hidrogenasi senyawa organik (melalui adisi dan hidrogenolisis) adalah reaksi yang sangat penting untuk industri. Katalis yang umum digunakan untuk reaksi hidrogenasi adalah nikel, platina, paladium dan oksidanya. Reaksi hidrogenasi tekanan tinggi, digunakan katalis tembaga kromit dan nikel yang digunakan pada kieselguhr sering digunakan.