Reaksi Terhadap Ester

Pengertian Reaksi Ester

Ester bereaksi dengan nukleofil pada karbon karbonil. Karbonil merupakan elektrofil lemah namun dapat diserang oleh nukleofil kuat seperti amina, alkoksida, hidrida, dan senyawa organolitium. Ikatan C-H yang berdekatan dengan karbonil bersifat asam lemah namun dapat mengalami deprotonasi dengan basa kuat. Berikut adalah reaksi ester:

Adisi Nukleofil pada Karbonil

Reaksi esterifikasi merupakan reaksi dapat balik (reversible). Ester mengalami hidrolisis pada kondisi asam maupun basa. Pada suasana asam, reaksi yang terjadi adalah kebalikan dari reaksi esterifikasi Fischer. Pada suasana basa, hidroksida berperan sebagai nukleofil, sedangkan alkoksida meninggalkan gugus. Reaksi ini disebut saponifikasi yang merupakan reaksi utama dalam pembuatan sabun. Gugus alkoksida bisa digantikan oleh nukleofil yang lebih kuat seperti amonia atau amino primer atau sekunder untuk menghasilkan amida (reaksi amonolisis).

RCO2R’ + NH2R” → RCONHR” + R’OH

Reaksi di atas biasanya tidak dapat balik. Hidrazin dan hidroksilamin dapat digunakan sebagai amina. Ester dapat diubah menjadi isosianat melalui intermediet asam hidroksamid dalam penataan ulang Lossen. Sumber karbon nukleofil seperti reagen Grignard dan senyawa organolitium dengan mudah dapat ditambahkan ke karbonil.

Reduksi

Reaksi ester yang kedua adalah reduksi. Dibandingkan keton dan aldehida, ester relatif tahan terhadap reduksi. Ester asam lemak dapat dihidrogenasi menjadi alkohol berlemak:

RCO2R’ + 2 H2 → RCH2OH + R’OH

Katalis khusus yang dipakai adalah Cu2Cr2O5. Sebelum perkembangan hidrogenasi katalitik, ester direduksi pada skala besar menggunakan reaksi reduksi Bouveault-Blanc. Metode ini menggunakan natrium dengan adanya sumber proton.

Khusus untuk sintesis, aluminium lithium hidrida digunakan untuk mereduksi ester menjadi dua alkohol primer. Reagen lain yang dapat digunakan adalah natrium borohidrida, namun reaksi berjalan lambat.

Reduksi langsung untuk menghasilkan eter bersifat sulit karena intermediet hemiasetal cenderung terurai menjadi alkohol dan aldehida (yang dapat direduksi menjadi alkohol sekunder). Reaksi dapat dicapai dengan menggunakan trietilsilan dengan berbagai asam Lewis.

Kondensasi Claisen

Adapun aldehida, atom hidrogen pada karbon yang berdekatan gugus karboksil dalam ester bersifat cukup asam untuk mengalami deprotonasi. Deprotonasi membutuhkan basa yang relatif kuat seperti alkoksida. Deprotonasi menghasilkan enolat nukleofilik, yang selanjutnya dapat bereaksi seperti kondensasi Claisen dan kondensasi Dieckmann. Pengubahan ini dimanfaatkan dalam sintesis ester malonat, dimana diester dari asam malonat bereaksi dengan elektrofil (misalnya alkil halida), dan selanjutnya dekarboksilasi. Variasi lain adalah alkilasi Frater-Seebach.

reaksi ester
Reaksi kondensasi Claisen Schmidt