Golongan Logam Transisi

Pengertian Logam Transisi

Logam transisi adalah unsur-unsur yang terdapat pada golongan 3-12 pada tabel periodik unsur. Unsur-unsur ini terdapat di blok d, sehingga lantanida dan aktinida juga termasuk dalam golongan ini, yang selanjutnya keduanya disebut sebagai logam transisi dalam. IUPAC memberikan definisi logam transisi sebagai unsur yang mempunyai atom yang tidak terisi penuh pada subkulit d, sehingga mampu membentuk suatu kation. Berikut daftar unsur yang termasuk dalam golongan logam transisi:

Golongan 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Periode 4
Sc
21
Ti
22
V
23
Cr
24
Mn
25
Fe
26
Co
27
Ni
28
Cu
29
Zn
30
Periode 5
Y
39
Zr
40
Nb
41
Mo
42
Tc
43
Ru
44
Rh
45
Pd
46
Ag
47
Cd
48
Periode 6
57–71
Hf
72
Ta
73
W
74
Re
75
Os
76
Ir
77
Pt
78
Au
79
Hg
80
Periode 7
89–103
Rf
104
Db
105
Sg
106
Bh
107
Hs
108
Mt
109
Ds
110
Rg
111
Cn
112

Zn, Cd, dan Hg umumnya dipisahkan dari logam transisi karena mempunyai konfigurasi elektron [] d10s2, dan tidak ada subkulit d yang tidak terisi penuh. Pada tingkat oksidasi +2, ion-ion akan mempunyai konfigurasi elektron [] d10. Meskipun demikian, unsur-unsur tersebut dapat berada dalam tingkat oksidasi yang lain termasuk +1 seperti pada ion diatomik Hg22+.
logam transisi
Krom adalah logam transisi

Sifat-sifat Logam Transisi

Beberapa sifat logam transisi adalah sebagai berikut:

  1. Berupa logam mengkilap dengan warna tipikal abu metalik kecuali Au dan Cu.
  2. Konduktor panas dan listrik yang baik.
  3. Teksturnya dapat dibentuk (bisa ditempa).
  4. Kurang reaktif daripada logam alkali.
  5. Mempunyai titik leleh yang sangat tinggi.
  6. Mempunyai beberapa tingkat oksidasi.
  7. Membentuk senyawa berwarna.
  8. Membentuk ion kompleks dengan beberapa bilangan koordinasi dan geometri.
  9. Bersifat paramagnetik karena mempunyai elektron tak berpasangan.

Aktivitas Katalitik Logam Transisi

Logam transisi dan senyawanya merupakan katalis yang baik karena kemampuannya untuk mengubah tingkat oksidasi dan mengadsorpsi senyawa di permukaan dan mengaktivasi senyawa tersebut. Berikut contoh logam transisi yang dapat berperan sebagai suatu katalis:

Proses Haber menggunakan besi

Proses Haber mereaksikan hidrogen dengan nitrogen menjadi amonia menggunakan besi sebagai katalis.

N2 (g) + 3H2 (g) ⇌ 2NH3 (g)

Hidrogenasi ikatan rangkap C=C menggunakan Ni

Reaksi ini hidrogenasi merupakan jantung dalam industri margarin. Reaksi paling sederhana adalah antara etena dan hidrogen dengan adanya katalis nikel.

CH2=CH2 + H2 → CH3CH3

Proses Kontak menggunakanV2O5

Proses kontak adalah reaksi yang mengubah senyawa belerang dioksida (SO2) menjadi senyawa belerang trioksida (SO3). Belerang dioksida yang berupa gas pada prosesnya dilewatkan bersama udara (yang mengandung oksigen) dengan vanadium(V) oksida sebagai katalisator.

2SO2 (g) + O2 (g) ⇌ 2SO3 (g)

Reaksi antara ion persulfat dan ion iodida menggunakan ion Fe

Anion persulfat (peroksodisulfat), S2O82-, adalah oksidator yang amat kuat. Sedangkan anion iodida juga sangat mudah teroksidasi menjadi iodin. Reaksi keduanya dalam air sangat lambat. Reaksi tersebut dikatalisis dengan adanya baik besi(II) maupun besi(II).

S2O82- + 2I → 2SO42- + I2