Sifat Logam, Nonlogam dan Metaloid

Unsur kimia secara luas dapat dibagi menjadi logam, nonlogam dan metaloid berdasarkan sifat fisika dan kimia.

unsur logam, nonlogam dan metaloid

Semua logam mempunyai kenampakan mengkilap (setidaknya setelah digosok), bersifat konduktor yang bagus untuk panas dan listrik, membentuk alloy (paduan logam) dengan logam lain, dan mempunyai setidaknya satu oksida basa. Nonlogam mempunyai kenampakan buram, baik berwarna maupun tidak, rapuh jika berupa padatan, dan konduktor yang buruk untuk panas dan listrik, serta mempunyai oksida asam. Sedangkan metaloid tampak seperti logam, rapuh, bersifat semikonduktor, dan mempunyai oksida amfoter atau asam lemah. Berikut merupakan perbedaan logam, nonlogam dan metaloid:

Sifat Logam Nonlogam Metaloid
Kenampakan Mengkilap Buram Mengkilap
Bentuk Padat Gas (kecuali C, P, S, Se, I (padat) dan Br (cair)) Padat
Massa Jenis Tinggi (kecuali beberapa logam alkali) Lebih rendah daripada logam dan lebih tinggi daripada nonlogam Rendah
Jari-jari Atom Sedang ke tinggi Sangat kecil ke sedang Kecil ke sedang
Blok Tabel Periodik s, p, d, f s, p p
Konduktivitas Listrik Tinggi Rendah Sedang ke tinggi
Konduktivitas Termal Tinggi Rendah Sedang ke tinggi
Bilangan oksidasi Hampir selalu positif Positif atau negatif Positif atau negatif
Energi Ionisasi Relatif rendah Tinggi Sedang
Elektronegativitas Biasanya rendah Tinggi Mendekati 2

Logam

Logam cenderung melepas atau membagi elektron ketika bereaksi dengan unsur lain dan masing-masing membentuk setidaknya satu basa oksida. Sebagian besar logam tampak berwarna silver (perak), mempunyai massa jenis tinggi, relatif lembut dan bentuknya mudah dirusak. Beberapa logam tampak berwarna yaitu Cu, Cs, dan Au.

Logam merupakan jenis unsur mayoritas dan dapat dibagi menjadi beberapa kategori yang berbeda. Dari kiri ke kanan tabel periodik, logam dibagi menjadi logam alkali, logam alkali tanah, lantanida dan aktinida serta logam transisi.

Nonlogam

Nonlogam mempunyai struktur terbuka (kecuali dari gas atau cairan yang dipadatkan), cenderung menarik atau berbagi elektron ketika bereaksi dengan unsur lain, dan tidak membentuk basa oksida. Sebagian besar berupa gas pada suhu ruang, mempunyai massa jenis relatif rendah, penghantar listrik dan panas yang buruk, dan mempunyai energi ionisasi relatif tinggi, membentuk oksida asam, serta ditemukan secara alami dalam bentuk tunggal dalam jumlah besar.

Beberapa nonlogam seperti C, P, S, dan Se merupakan padatan rapuh pada suhu ruang. Dari kiri ke kanan tabel periodik, nonlogam dapat dibagi menjadi nonlogam poliatomik, nonlogam diatomik, dan gas mulia monoatomik.

Metaloid

Metaloid merupakan padatan rapuh yang menyerupai logam. Metaloid cenderung membagi elektron ketika bereaksi dengan unsur lain, dan biasanya ditemukan secara alami dalam bentuk gabungan. Sebagian besar metaloid adalah semikonduktor, serta mempunyai struktur yang lebih terbuka dibandingkan dengan sebagian besar logam. Beberapa metaloid (As dan Sb) menghantarkan listrik seperti logam. Metaloid merupakan kategori yang terkecil, dan tidak dikategorikan lagi.

Demikianlah perbedaan yang mendasar antara logam, nonlogam dan metaloid.