Hidrida

Pengertian Hidrida

Hidrida adalah senyawa biner yang mana hidrogen bereaksi dengan unsur-unsur lain dari tabel periodik. Senyawa ini umumnya membentuk dengan semua unsur, kecuali beberapa gas mulia.

Penjelasan Hidrida

Tren dan sifatnya bervariasi sesuai dengan jenis gaya antarmolekul yang berikatan dengan unsur, suhu, massa molekul, dan komponen lainnya. Hidrida diklasifikasikan menjadi tiga kelompok besar, tergantung pada apa unsurnya berikatan dengan hidrogen, yaitu hidrida kovalen, ionik, dan logam. Secara formal, hidrida dikenal sebagai ion negatif hidrogen, H atau juga disebut ion hidrida. Karena muatan negatif ini, senyawa bersifat mereduksi, atau bersifat basa.

Jenis-Jenis Hidrida

Secara garis besar dibagi menjadi tiga kategori, yaitu kovalen, ionik dan logam.

Hidrida Kovalen

Kelompok yang pertama adalah kovalen, yang ketika atom hidrogen dan satu atau lebih senyawa non-logam membentuk senyawa. Hal ini terjadi ketika hidrogen berikatan kovalen dengan unsur yang lebih elektropositif dengan berbagi pasangan elektron. Hidrida ini dapat bersifat volatil atau non-volatil. Volatil berarti mudah menguap pada suhu rendah. Salah satu contohnya adalah ketika hidrogen berikatan dengan klorin dan membentuk asam klorida (HCl). Contohnya adalah sebagai berikut:

H2 (g) + Cl2 (g) → 2 HCl (g)
3H2 (g) + N2 (g) → 2 NH3 (g)

Hidrida non logam pada tabel periodik menjadi lebih elektronegatif saat bergeser dari golongan 13 ke 17. Hal ini berarti senyawa tersebut kurang mampu menyumbangkan elektron, dan ingin menjaganya karena elektron orbital menjadi lebih penuh. Bukannya menyumbangkan H, mereka malah akan menyumbangkan H+ karena lebih asam.

Hidrida Ionik

Kategori kedua adalah ionik (juga dikenal sebagai hidrida garam atau pseudohidrida). Senyawa ini terbentuk antara hidrogen dan logam yang paling aktif, terutama dengan logam alkali dan alkali tanah dari unsur golongan satu dan dua. Dalam kelompok ini, hidrogen bertindak sebagai ion hidrida (H). Mereka berikatan dengan atom logam yang lebih elektropositif. Hidrida ionik biasanya berupa senyawa biner dan juga tidak larut dalam larutan.

2A (s) + H2 (g) → 2AH (s)
dengan A adalah salah satu logam golongan 1
A (s) + H2 (g) → AH2 (s)
dengan A adalah salah satu logam golongan 2

Jenis ini secara cepat bergabung dengan air menghasilkan gas hidrogen.

Hidrida Logam

Kategori ketiga adalah hidrida logam, juga dikenal sebagai interstisial. Hidrogen berikatan dengan logam transisi. Salah satu karakteristik yang menarik dan unik dari jenis ini adalah bahwa mereka dapat berupa nonstoikiometrik, berarti pada dasarnya bahwa fraksi atom H dengan logam tidak tetap. Senyawa nonstoikiometrik memiliki komposisi variabel. Ide dan dasar untuk hal ini adalah bahwa dengan dengan adanya ikatan hidrogen dengan logam, ada kisi kristal yang mana atom H dapat dan mungkin mengisi di antara kisi, dan tidak memenuhi kaidah pengisian pasti. Jadi hal itu bukan rasio tetap atom H ke logam. Meski begitu, jenis ini terdiri dari senyawa stoikiometrik yang lebih basa juga.

hidrida
Pembentukan hidrida logam

Interaksi Antarmolekul

Tidak semua senyawa ini terbentuk melalui ikatan hidrogen. Hanya beberapa yang terikat dengan ikatan hidrogen. Ikatan hidrogen memiliki energi dari kisaran 15-40 kJ/mol, yang mana cukup kuat. Tetapi jika dibandingkan dengan ikatan kovalen yang mempunyai energi yang lebih besar dari 150 kJ/mol, ikatan hidrogen masih jauh lebih lemah. Beberapa ikatan hidrogen bisa lemah jika sedikit terpengaruh dengan molekul tetangga. Fluorin, oksigen, dan nitrogen lebih rentan terhadap ikatan hidrogen.