Zat Aditif Makanan

Pengertian Zat Aditif

Zat aditif adalah zat yang sengaja ditambahkan pada makanan. Zat yang dimaksudkan dalam hal ini adalah zat yang mempunyai tujuan penggunaan yang khusus baik secara langsung maupun tak langsung, yang mana zat tersebut akan mempengaruhi karakteristik makanan.

zat aditif
Dalam arti luas, zat aditif makanan adalah setiap zat yang ditambahkan ke makanan. Zat aditif makanan langsung adalah zat yang ditambahkan ke makanan untuk tujuan tertentu dalam makanan itu. Misalnya, xanthan gum digunakan dalam pengolahan salad, susu cokelat, pengisi roti, puding dan makanan lain untuk menambah tekstur. Kebanyakan aditif langsung diidentifikasi pada label bahan makanan.

Zat aditif makanan tidak langsung adalah zat yang menjadi bagian dari makanan karena kemasannya, penyimpanan atau penanganan lainnya.

Penjelasan Zat Aditif

Selama berabad-abad, bahan-bahan makanan telah memberi fungsi yang beraneka ragam dalam berbagai makanan. Nenek moyang kita telah menggunakan garam untuk mengawetkan daging dan ikan, menambahkan bumbu dan rempah-rempah untuk meningkatkan rasa makanan, mengawetkan buah dengan gula, dan membuat acar mentimun dalam larutan cuka. Dewasa ini, manusia berminat terhadap makanan yang beraroma, bergizi, aman, penuh warna dan terjangkau. Hal tersebut dapat diwujudkan dengan adanya zat aditif.

Ada ribuan bahan yang digunakan untuk membuat makanan. The Food and Drug Administration (FDA) menyimpan daftar lebih dari 3000 bahan dalam data base-nya. Tujuan dari artikel ini adalah untuk memberikan informasi latar belakang bermanfaat tentang makanan dan warna aditif, yaitu meliputi pengertian, mengapa zat tersebut digunakan dalam makanan dan bagaimana zattersebut diatur untuk penggunaan yang aman.

Kegunaan Zat Aditif

Berikut merupakan fungsi dan kegunaan zat aditif yang ditambahkan pada makanan:

  • Menjaga atau meningkatkan kesegaran
    Zat pengawet dapat melambatkan pembusukan bahan yang disebabkan oleh kapang, udara, bakteri, jamur atau ragi (khamir). Selain menjaga kualitas makanan, zat pengawet juga membantu mengendalikan kontaminasi yang dapat menyebabkan penyakit bawaan makanan, termasuk botulisme yang mengancam jiwa. Salah satu jenis pengawet yakni antioksidan dapat mencegah lemak, minyak atau makanan yang mengandung salah satu diantaranya menjadi tengik atau bahkan menghilangkan rasa asli makanan. Antioksidan juga mencegah potongan buah segar seperti apel menjadi coklat bila terkena udara.
  • Meningkatkan atau mempertahankan nilai gizi
    Vitamin dan mineral (dan serat) yang ditambahkan ke banyak makanan untuk melengkapi jumlahmya dalam makanan atau yang hilang dalam pengolahan. Fortifikasi dan pengayaan telah membantu mengurangi malnutrisi di seluruh dunia. Semua produk yang mengandung nutrisi tambahan harus diberi label.
  • Meningkatkan rasa, tekstur dan penampilan
    Rempah-rempah, perisa alami dan buatan, dan pemanis ditambahkan untuk meningkatkan rasa makanan. Pewarna makanan dapat mempertahankan atau memperbaiki penampilan. Pengemulsi, penstabil dan pengental memberikan tekstur seperti yang diharapkan konsumen. Beberapa zat aditif membantu mengendalikan keasaman dan kebasaan makanan, sementara bahan lainnya membantu menjaga rasa dan daya tarik makanan dengan mengurangi kandungan lemak.

Contoh Zat Aditif

Contoh zat aditif (bahan tambahan) makanan yang diizinkan sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indoneisa Nomor 033 Tahun 2012 tentang Bahan Tambahan Pangan adalah:

  1. Antibuih (Antifoaming Agent)
  2. Antikempal (Anticaking Agent)
  3. Antioksidan (Antioxidant)
  4. Bahan Pengkarbonasi (Carbonating Agent)
  5. Garam Pengemulsi (Emulsifying Salt)
  6. Gas Untuk Kemasan (Packaging Gas)
  7. Humektan (Humectant)
  8. Pelapis (Glazing Agent)
  9. Pemanis (Sweetener)
    • Pemanis Alami (Natural Sweetener)
    • Pemanis Buatan (Artificial Sweetener)
  10. Pembawa (Carrier)
  11. Pembentuk Gel (Gelling Agent)
  12. Pembuih (Foaming Agent)
  13. Pengatur Keasaman (Acidity Regulator)
  14. Pengawet (Preservative)
  15. Pengembang (Raising Agent)
  16. Pengemulsi (Emulsifier)
  17. Pengental (Thickener)
  18. Pengeras (Firming Agent)
  19. Penguat rasa (Flavour enhancer)
  20. Peningkat volume (Bulking Agent)
  21. Penstabil (Stabilizer)
  22. Peretensi Warna (Colour Retention Agent)
  23. Perisa (Flavouring)
    • Perisa alami
    • Perisa identik alami
    • Perisa artifisial
  24. Perlakuan Tepung (Flour Treatment Agent)
  25. Pewarna (Colour)
    • Pewarna alami (Natural Colour)
    • Pewarna Sintetis (Synthetic Colour)
  26. Propelan (Propellant)
  27. Sekuestran (Sequestrant)

Demikianlah penjelasan zat aditif makanan dari ilmu kimia.